NEGARA ABSEN #stoplapindo

Tak Direhab, Sekolah Rusak Terkena Bubble

Kadispendik Anggap Masih Layak Huni

TANGGULANGIN – Rasa cemas terhadap kondisi lingkungan SDN Ketapang, Kecamatan
Tanggulangin, masih hinggap di benak para gurunya, hingga sekarang. Sebab,sejak muncul bubble pada awal 2010 lalu, sehingga tujuh kelasnya retak-retak dan ambles, para guru masih was-was ancaman tersebut kembali terjadi. Mereka juga semakin resah, karena  bantuan dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Sidoarjo dan bantuan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), tidak kunjung diberikan sejak gelembung gas bercampur lumpur itu muncul. Saat ini, tujuh kelas yang rusak parah tersebut, tetap dibiarkan tanpa ada solusi yang jelas.
Kepala SDN Ketapang, Abdul Arif, mengungkapkan, pihaknya belum menerima bantuan apapun sejak tujuh ruang kelasnya retak dan ambles.

Bantuan dari pusat, melalui APBN, diterima pada 2008 lalu, sebelum tujuh kelas retak dan rusak parah. ‘’Bantuan itu ada untuk perbaikan atap. Tetapi untuk bantuan perbaikan kelas yang rusak, belum ada,’’ tandasnya. Siswa yang sebelumnya menempati ruang kelas yang retak dan ambles tersebut, kini menempati ruang kelas baru, setelah pihak SDN Ketapang I dan II dimerger. ‘’Kini para siswa tidak menempati ruang kelas yang retak. Tetapi, menempati kelas lama yang belum terkena dampak bersama siswa merger lain,’’ ucapnya.
Saat ini, ruang yang masih aman dan bersebelahan langsung dengan ruang kelas yang retak
dan ambles tersebut, adalah ruang guru dan kepala sekolah (kasek).
‘’Ruang kepala sekolah dan guru belum terkena imbas retakan tanah,’’katanya.
Petugas BPLS, katanya, sudah seringkali melakukan pemantauan dan penelitian pada bubble dan
ruang kelas yang retak. ‘’Sudah sering diteliti oleh BPLS, tetapi kita tidak diberikan bantuan sama
sekali,’’ jelasnya. Amblesnya tanah di ruang kelas sudah mencapai 30 sentimeter. Terparah adalah kelas 4 dan 5. Meski siswa telah dipindahkan ke kelas lain, imbuhnya, para guru
mengaku sangat khawatir jika sewaktu-waktu tanah ambles. Menurutnya, dampak psikologis itu
masih ada meski kondisi bubble saat ini sudah tidak aktif.
Kepala Dispendik Sidoarjo, Agoes Boedi Tjahjono, mengungkapkan, SDN Ketapang masih layak
huni. Kelayakan dari bangunan SDN Ketapang tersebut telah dikonsultasikan dengan Dinas PU
Cipta Karya. ‘’Para siswa kan sudah pindah ke ruang yang telah aman,’’ tandasnya.
Dia menambahkan, tidak direlokasinya SDN Ketapang karena telah dipertimbangkan, bahwa
sekolah tersebut tidak akan ambles. ‘’Saat ini bantuan rehab difokuskan pada sekolah yang
terkena dampak dari lumpur,’’ jelasnya. (vga)

sumber : radar surabaya 10 maret 2011 Hal 17-18

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: