Inferior complex penanganan Lumpur lapindo

bendera asing di lumpur lapindo (beritajatim.com)Hari ini 25 mei 2011 BPLS (badan penanggulangan lumpur sidoarjo ) bekerjasama dengan Humanitus foundation Australia mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka #5thlumpurlapindo yaitu pemantauan lapangan di semburan lumpur lapindo  yang dilanjutkan seminar di hotel surabaya.Para peneliti yang tergabung dalam Humanitus Foundation ini berasal dari Indonesia, Jepang, Norwegia, Rusia, Ukraina, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia .

Acara yang di biayai dari APBN sebesar 1,82 miliar dan kerjasama dengan institusi lainnya ini ternyata  patut disayangkan salah satunya oleh geologist indonesia DR andang bachtiar melalui akun twitternya ketika ditanya oleh penulis tentang apakah ikut seminar BPLS+humanitus itu? “aku dewe gak iso teko,..dan krn risih ini semua bau2nya ada muatan politisnya, aku gak ngotot teko” ..saya sendiri gak bisa datang … dan karena risih ini semua bau2nya ada muuatan politisnya,saya nggak berusaha datang (terjemahan penulis).

Tadinya kupikir keren, banyak ahli dr luar hadir dsb,tp setelah komunikasi dengan panitia, aku jadi kecewa karena nampak ini untuk klaim kbenaran sepihak.Biarpun banyak yg diundang, tp yg diberi ksmpatan bisa bicara di dpn menyampaikan makalah hanya orang2 tertentu saja.dari Indonesia hanya 2 yg digilir bicara:yaitu  Sawolo LAPINDO dan Awang BPMIGAS, lainnya 10bule & umumnya mrk proponen penyebab gempa.

Banyak org diundang sbnarnya untuk meramaikan dan jadi justifikasi saja bhw ini adalah forum ilmiah berbagai pihak,   ” Sayang sekali. Memangnya ITS, ITB, UGM, LIPI, BPPT dll gak punya ahli dan pendapat ttgLuSi?? koq gak dikasih bicara?”  Memang asyik menyimak expat2 itu bicara, tp lebih asyik lg kalo peneliti Indonesia juga bicara, bkn hnya dr Lapindo & BPMIGAS saja.Lagian koq tendensius dan memihak banget: kenapa justru Lapindo & wakil BPMigas yg bicara? Mereka berdua segendang sepenarian.

Mustinya dari fihak fihak  lain -dr Universitas -terutama- yg lebih independen atau sekalian bersebrangan madzhab dg mrk berdua juga bicara,Rasanya seperti jaman penjajahan dan bodoh sekali kita ini krn sbagian dr kita selalu anggap expatriate lebih jago dari kita sndiri.Memangnya mereka anggap apa:Amin ITS ,Hasanuddin ITB,  Zainuddin BG, Ben Sapiie ITB, AgusHendratno UGM, dll yang  juga riset tentang Lumpur Lapindo.Terus kenapa cuma Lapindo & BPMigas yg mereka  undang bicara? Apa mereka tidak tahu Indonesia punya Universitas  & lembaga yang juga riset riset  di Lumpur Lapindo,why?

Memang menyedihkan dan menjengkelkan, tapi itulah kenyataan: mental inlander terjajah masih selalu ada di kepala kita.Bahkan di dunia sains pun para administratur, birokrat dan politisi kita tdk bisa menghargai saintisnya sendiri.Jadi mari kita sama sama  ke Porong 25-26 mei ini untuk menyerahkan harga diri keilmuan kita ke ahli ahli  asing & menyediakan diri dimanfaatkan untuk bersih bersih.

BPLS sebagai representasi negara dalam menangani lumpur lapindo sekali lagi melakukan kesalahan dalam “memobilisasi  justifikasi sains”  dalam penanganan musibah lumpur ini.

Akun twitter : DR Andang bachtiar ; yyg_geomerdeka

salam,

badrus zaman/

twitter : @debadr

FB: sam sudrab


4 Komentar to “Inferior complex penanganan Lumpur lapindo”

  1. perlu diketahui, bahwa acara ini tidak menggunakan dana APBN.
    Jadi acara ini murni dibiayai Humanitus. trims

  2. Kegiatan seminar ditunda.
    Untuk sumber dana Humanitus kami tidak memiliki info.
    Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: