SEMBURAN LUMPUR SIDOARJO DAN IMPLIKASINYA TERHADAP EKSPLORASI MIGAS DI JAWA TIMUR

by : amien widodo ITS

SEMBURAN LUMPUR SIDOARJO DAN IMPLIKASINYA TERHADAP EKSPLORASI MIGAS DI JAWA TIMUR

Pulau Jawa secara geologis termasuk berada di kawasan tektonik aktif, hal ini terjadi sebagai konsekuensi karena Indonesia ditumbuk lempeng tektonik yaitu Samudra Hindia-Australia dan lempeng Eurasia. Tumbukan kompresi lempeng ini membentuk Cekungan Jawa Timur Utara dengan pola struktur geologi yang khas yaitu (1) struktur patahan dengan arah NNE-SSW, (2) struktur patahan barat – timur (3) struktur lipatan dengan sumbu barat – timur dan (4) struktur diapir dan gunung lumpur di bagian puncak antiklin dan zona patahan.

Secara fisiografik tektonik maka wilayah Cekungan Jawa Timur Utara merupakan cekungan yang aktif sehingga sedimen yang terbentuk sangat tebal dan berlangsung sangat cepat dan sangat dimungkinkan adanya sedimen yang belum membatu terjebak diantara lapisan. Aktivitas tektonik ini terjadi berulang-ulang, sehingga menyebabkan struktur geologi daerah ini menjadi kompleks dan.menyebabkan terjebaknya minyak dan gas bumi serta lapisan lumpur bertekanan tinggi. Aktivitas tektonik dan volkanisme menyebabkan lapisan lumpur semakin terkompresi sehingga akan menekan ke permukaan membentuk diapir di dalam tanah dan kalau ada retakan/lubang akan berfungsi sebagai penghantar lumpur bertekanan tinggi keluar ke permukaan bumi sebagai gunung lumpur (mud volcano). Jalur yang bisa memungkinkan banyak dijumpai retakan antara lain di sekitar puncak antiklin yang umumnya berasosiasi dengan retakan dan patahan atau diatas tubuh diapir karena banyak retakan akibat desakan vertikal diapir. Gunung lumpur yang yang keluar dengan sendirinya di sekitar puncak puncak antiklin seperti di Kalanganyar Sidoarjo, Gununganyar Surabaya, beberapa tempat di Jombang, di Madura dan lain-lain.

Lubang penghantar juga bisa disebabkan karena aktivitas pengeboran migas seperti yang terjadi di Porong, Kalimantan, Serang Banten, Gresik dan lain-lain. Pemahaman inilah yang diterima hampir semua masyarakat bahwa aktivitas pengeboran bisa memicu munculnya semburan lumpur. Beberapa ahli menyebutkan bahwa apa yang terjadi di Porong diakibatkan oleh alam baik karena adanya patahan maupun karena adanya aktivitas volkanisme, dan wacana ini yang paling banyak diisukan di media. Isu bencana alam ini juga menambah ketakutan masyarakat karena bayang-bayang tidak ada ganti rugi bila terjadi kejadian yang sama di lain tempat di daratan Jawa Timur

Penanganan semburan lumpur panas Sidoarjo ternyata tidak semudah yang dibayangkan bahkan semburan ini menimbulkan ancaman-ancaman lain yang berdampak serius pada lingkungan di sekitarnya termasuk berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakat yang bermukim di sekitar tanggul. Ancaman-ancaman yang muncul antara lain amblesan yang diikuti retakan tanah dan bangunan, ancaman semburan gas yang mudah terbakar dan mencemari udara, ancaman tanggul jebol dan ancaman pencemaran. Pada tahun 2008 Gubernur sebagai salah satu dewan pengarah penanggulangan semburan lumpur berinisiatif membentuk tim yang terdiri dari para peneliti yang berkompeten dari ITS dan UNAIR dengan tugas melakukan kajian kelayakan permukiman di desa-desa di sekitar tanggul lumpur dalam rangka menyelamatkan penduduk dari ancaman bencana.

Untuk menentukan kelayakan permukiman di desa tersebut kajian yang dilakukan meliputi jumlah dan kualitas emisi dari semburan yang masih aktif; pencemaran udara, air dan tanah; penurunan tanah yang terjadi dan dampaknya terhadap bangunan fisik; kondisi kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena semburan lumpur panas masih berlangsung dan makin meluasnya kerusakan yang ditimbulkan maka pada tahun 2010 dilakukan kajian lanjutan dengan menambah jumlah desa yang akan dikaji yaiut menjadi 13 desa di sekitar tanggul Lumpur. Parameter yang dikaji mencakup bidang semburan, penurunan tanah, pencemaran lingkungan, kerusakan aset, kesehatan masyarakat, psikososial dan mitigasi bencana.

Hasilnya pada tahun 2008 ada 9 RT yang tidak layak huni dan pada tahun 2010 ada 45 RT yang tidak layak huni atau jumlah totalnya 54 RT. Hasil ini yang telah diupayakan oleh Gubernur dan timnya sudah disampaikan dan sudah dipresentasikan di depan seluruh anggota dewan pengarah yang dipimpin oleh Menteri Pekerjaan Umum pada Agustus 2010. Harapannya segera dilakukan tindakan-tindakan penyelamatan bagi masyarakat yang sudah terpapar selama ini. Pemahaman masyarakat bahwa aktivitas pengeboran bisa memicu keluarnya lumpur, semburan lumpur menimbulkan ancaman-ancaman baru yang membahayakan lingkungan di sekitarnya, ada wacana sebagai bencana alam dan penanganan semburan lumpur yang berlarut-larut baik penanganan fisik maupun sosial ekonomi ternyata menimbulkan dampak lain yang lebih luas yaitu trauma dan ketakutan dengan aktivitas eksplorasi migas di seluruh daratan Jawa Timur.

Hasil survei di beberapa kabupaten di Jawa Timur hampir sebagian besar menolak aktivitas eksplorasi migas walau baru survei seismik. Kalau hal ini dibiarkan maka akan terjadi penolakan secara massal segala eksplorasi migas di daratan Jawa Timur. Kalau dilihat dari kacamata manajemen risiko maka semburan lumpur panas Sidoarjo dan ancaman-ancman yang muncul berikutnya ini dapat dikategorikan sebagai ancaman yang sangat berisiko karena telah menganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat di kawasan Jawa Timur.

Dikatakan sangat berisiko tinggi karena frekuensi kejadian dan magnitudnya sangat tinggi, dan berdampak pada kondisi fisik, infrastruktur, sosial ekonomi dna lingkungan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana pasal 12 ayat (1) Setiap kegiatan pembangunan yang mempunyai risiko tinggi menimbulkan bencana, wajib dilengkapi dengan analisis risiko bencana dan (2) Analisis risiko bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun berdasarkan persyaratan analisis risiko bencana melalui penelitian dan pengkajian terhadap suatu kondisi atau kegiatan yang mempunyai risiko tinggi menimbulkan bencana.

Implikasinya dibutuhkan peranan pemerintah untuk melakukan edukasi dan pemahaman pencarian migas di darat dan dibutuhkan kebijakan baru terkait dengan eksplorasi migas di darat yaitu kebijakan melakukan dan membuat analisis risiko kalau terjadi semburan lumpur mengngingat di Jawa Timur termasuk kawasan yang mempunyai lapisan lumpur bertekanan tinggi. Analisis risiko ini dibuat bersama-sama antara pengusaha migas dengan masyarakat dan pemerintah lokal.

Amien Widodo ITS Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: